Selasa, 02 Juli 2013

POLIP ENDOMETRIUM




BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
           Polyp = tumor jinak yang tumbuh menonjol dan bertangkai dari selaput lendir dibagian tubuh manusia, seperti hidung, telinga, usus dan selaput lendir lainnya. Cervix = leher rahim. Polyp Cervix tinggal digabung aja pengertiannya
          Gejala utamanya adalah terjadinya perdarahan diluar haid yang warnanya lebih terang dari darah haid. Terutama timbul setelah melakukan senggama (perdarahan paska senggama=post coital bleeding=PCB). Perlu dipertimbangkn juga adanya kanker leher rahim jika ditemukan PCB.
Diagnosis biasanya tidak sulit. Dengan pemeriksaan spekulum polip leher rahim dapat dengan mudah dideteksi
            Untuk penatalaksanaannya, polip hanya dipelintir sampai putus, kemudian tangkainya di kuret. Tindakan dilakukan dalam pembiusan umum (general anasthesia). Selanjutnya jaringan polip dikirim ke laboratorium patologi guna memastikan bahwa histologis-nya jinak/sesuai dengan gambaran jaringan polip serviks. Kemungkinan ganasnya kecil.

Rumusan Masalah

a.       Apa Pengertian Polip Serviks ?
b.      Apa penyebab dari Polip Serviks ?
c.       Bagaiman patofisiologi Polip Serviks ?
d.      Bagaimana Penegakan pada polip serviks ?
e.       Bagaimana Asuhan  Kebidanan pada pasien polip serviks ?

Tujuan

a.       Untuk mengetahui Definisi Polip Serviks
b.      Untuk mengetahui Etiologi Polip serviks
c.       Untuk mengetahui Patofisiologi Polip Serviks
d.      Untuk mengetahui Penegakan Polip Serviks
e.       Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan pada pasien Polip Serviks



BAB II
PEMBAHASAN
 POLIP SERVIKS
A.DEFINISI
            Polip pada serviks adalah pertumbuhan bertangkai vaskuler jinak yang biasanya muncul pada endoserviks dan menonjol melebihi ostium uteri eksternum.Polip lazim menyebabkan perdarahan serviks, karena ujungnya cenderung mudah berdarah pada sentuhan (pencucian atau senggama) polip juga sering berdarah beberapa hari setelah atau sebelum haid.
B.ETIOLOGI
Penyebab timbulnya polip serviks belum diketahui dengan pasti. Namun sering dihubungkan dengan radang yang kronis, respon terhadap hormon estrogen dan pelebaran pembuluh darah serviks. Penampilan polip serviks menggambarkan respon epitel endoservik terhadap proses peradangan. Polip servik dapat menimbulkan perdarahan pervaginam, perdarahan kontak, pasca coitus merupakan gejala yang tersering dijumpai. Polip servik yang terjadi sebagai akibat stroma local yang menutupi daerah antara kedua celah pada kanalis servik. Epitellium silinder yang menutupi polip dapat mengalami ulserasi
polip serviks pada dasarnya adalah suatu reaksi radang, penyebabnya sebagian besar belum diketahui. karena pada dasarnya adalah reaksi radang, maka ada kemungkinan :
1.    radang sembuh sehingga polip mengecil atau kemudian hilang dengan sendirinya
2.    Polip menetap ukurannya.
3.    polip membesar.
C.TANDA DAN GEJALA

Polip khas ditandai dengan :
·         Berwarna merah gelap
·         Lunak
·         Bertangkai yang menonjol dari kanalis servikalis
·         Tangkai panjang keluar dari vulva
·         Bagian ujung polip dapat mengalami nerkosis, serta mudah berdarah

Gejala-gejala
·         Berupa leukorea : secret vagina mucus atau mukopurelen yang meningkat
·         Perdarahan : biasanya tanpa nyeri.

D. FAKTOR RESIKO
Faktor risiko memiliki polip serviks meningkat pada wanita dengan diabetes mellitus dan vaginitis berulang dan servisitis, polip serviks tidak pernah benar-benar terjadi sebelum onset menstruasi. Hal ini biasanya terlihat pada wanita usia reproduksi. Yang paling rentan terhadap penyakit ini adalah perempuan usia 40 sampai 50 tahun. Hal ini juga mengatakan bahwa polip serviks dapat ditemukan pada insiden yang memicu produksi hormon. Wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi karena perubahan tingkat hormon, mungkin dari peningkatan produksi hormon beredar juga.
E. PENCEGAHAN
Ada beberapa langkah yang dapat membantu mencegah infeksi dan ini:
1.    Pakai celana katun atau stoking dengan selangkangan kapas. Ini membantu mencegah akumulasi kelebihan panas dan kelembaban. Panas dan kelembaban membuat seorang wanita rentan    terhadap  infeksi vagina  dan leher  rahim.
2.    Pakailah kondom setiap hubungan seksual. Ini mengurangi resiko infeksi menular seksual.
F.PENANGANAN
Bila dijumpai polip serviks, dokter dapat mengambil 2 macam tindakan :
1.    konservatif, yakni bila ukuran polip kecil, tidak mengganggu, dan tidak menimbulkan keluhan (misal sering bleeding, sering keputihan). dokter akan membiarkan dan mengobservasi    perkembangan polip secara berkala.
2.    agresif, yakni bila ukuran polip besar, ukuran membesar, mengganggu aktifitas, atau menimbulkan keluhan. tindakan agresif ini berupa tindakan curettage atau pemotongan tangkai polip. tindakan kauter ini bisa dilakukan dengan rawat jalan, biasanya tidak perlu rawat          inap.
untuk tindakan pengobatan selain curettage untuk saat ini belum ada. 
tapi untuk polip-polip yang ukurannya kecil (beberapa milimeter) bisa dicoba pemberian obat yang dimasukkan melalui vagina, untuk mengurangi reaksi radang. setelah pemberiannya tuntas, diperiksa lagi, apakah pengobatan tersebut ada efeknya pada polip atau tidak. jika tidak,          maka    untuk   pengobatannya dengan           kauterisasi. 
Bila polip mempunyai tangkai kurus, tangkainya digenggam dengan forsep polip dan diputar beberapa kali sampai dasar polipnya terlepas dari jaringan servik dasarnya. Bila terdapat perdarahan pervaginam abnormal, maka diperlukan curettage di RS untuk menyingkirkan keganasan servik   dan      endometrium.
Polip yang mudah terlihat dengan tangkai yang tipis dapat disekam dengan klem arteri atau forcep kasa dan dipluntir putus. Dianjurkan mengkauterisasi dasarnya untuk mencegah perdarahan dan rekurensi. Pasien yang mempunyai banyak polip mungkin terbaik diterapi dengan cara konisasi sehingga setiap polip yang tidak terlihat didalam kanalis tidak akan diabaikan. Biasanya, polipektomi cervix harus dilakukan bersama dengan suatu kuretase.



POLIP ENDOMETRIUM
A.DEFINISI
            Polip endometrium adalah massa atau jaringan lunak yang tumbuh pada lapisan dinding bagian dalam edometrium dan menonjol ke dalam rongga endometrium.Pertumbuhan sel-sel yang berlebih pada lapisan endometrium (rahim) mengarah pada pembentukan polip.
B.ETIOLOGI
            Penyebab polip endometrium tidak diketahui secara pasti, namun faktor hormonal berperan penting dalam timbulnya polip endometrium.Polip endometrium terjadi karena :
·         Adanya bagian endometrium yang sangat sensitif terhadap hormon estrogen sehingga mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dan besar dibandingkan bagian endometrium yang lain.
·         Produksi hormon yang abnormal yaitu hormon estrogen yang tidak diimbangi oleh hormon progesteron.
C.PATOFISIOLOGI
            Polip endometrium sering didapati terutama dengan pemeriksaan histeroskopi.Polip berasal antara lain dari adenofibroma, mioma, submukusum, plasenta.Insiden tidak diketahui
Paling sering pada perempuan berumur 30-59 tahun.Kurang dari sepertiga memperlihatkan endometrium fungsional.Bsa memperlihatkan hiperpasia kistik bisa menonjol.
D.FAKTOR RESIKO
            Berikut beberapa faktor resiko yang meningkatkan seseorang terkena polip endometrium :
·         Obesitas atau kegemukan
·         Menjalani operasi temoxifen, obat kemoterapi untuk kanker payudara
·         Hipertensi atau tekanan darah tinggi

E.TANDA DAN GEJALA
            Gejala dan tanda pada polip endometrium adalah :
·         Perdarahan haid yang tidak teratur
·         Perdaahan antara haid
·         Perdarahan vagina setelah menopause
·         Infertilitas
·         Polip endometrium dapat berkembang pada wanita pre atau post menopause.Wanita yang postmenopause mungkin hanya mengalami perdarahan bercak.
F.PENGOBATAN
            Berikut tes dan prosedur untuk menegakkan diagnosa polip endometrium :
·         USG Transversal
Sebuah perangkat yang ramping berbentuk tomgkat di tempatkan di vagina yang akan menggambarkan endometrium penderita.
·         Histereskopi
Sebuah alat kecil yang disertai dengan kamera bercahaya dimasukkan melalui vagina dan serviks masuk ke dalam endometrium.Histereskopi memungkinkan dokter melihat secara langsung bagian dalam endometrium sekaligus mengangkat polip.
·         Kuretase
Tujuan dari kuret adalah mengangkat polip endometrium dengan cara mengikis dinding bagian dalam endometrium, hal ini bertujuan untuk engumpulkan spesimen untuk pengujian laboratorium.
           


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam penyembuhan penyakit Polyp Serviks diperlukan beberapa Intervensi dan kemudian diimplementasikan sesuai dengan criteria dan kaidah-kaidah tertentu dalam proses keperawatan. Selain itu, sangat diperlukan juga kolaborasi dengan dokter agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, dengan kata lain malpraktik.

Saran
Dengan selesainya penyusunan makalah ini agar kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua dalam peningkatan belajar mengajar antar Mahasiswa dengan tim pengajar.

Tidak ada komentar: